Rabu, 25 November 2015

Mengenal Tokoh Musik Klasik Yang Melegenda

             Belum lengkap rasanya jika sedang belajar musik klasik, maupun orang-orang yang saat ini begitu mengagumi dan menikmati alunan nada dari musik klasik. Mengingat sekarang musik klasik banyak diminati anak-anak maupun dewasa namun belum mengetahui siapa saja peran penting yang mempengaruhi berkembangnya musik klasik di dunia. Berikut ini adalah beberapa tokoh yang menjadi legenda dalam perkembangan musik klasik

1. Johann Sebastian Bach
Johann Sebastian Bach











Johann Sebastian Bach (lahir di Eisenach, Jerman, 21 Maret 1685 – meninggal 28 Juli 1750 pada umur 65 tahun) adalah seorang komponis Jerman . Ia menggubah musik untuk alat musik organ, harpsichord dan clavichord, dan juga untuk orkestra. Karyanya yang paling terkenal adalah Brandenburg concerto.
Para musikolog membagi seluruh komposisi Bach dalam lima masa, masing-masing komposisi memperlihatkan perbedaan gaya yang cukup spesifik jika saling dibandingkan tahun pembuatannya. Yang membuat gaya lagu Bach berbeda dari yang lain adalah bahwa semua lagu yang dibuatnya baik lagu Jesu Joy of Man's Desiring atau lagu yang kebanyakan dibuatnya ditujukan untuk Tuhan.

2. Wolfgang Amadeus Mozart
Wolfgang Amadeus Mozart











Wolfgang Amadeus Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

3. Ludwig van Beethoven













Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.
Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

4. Richard Wagner














Wilhelm Richard Wagner (22 Mei 1813 – 13 Februari 1883) adalah seorang komponis berpengaruh Jerman, pakar teori musik, dan penulis, namun paling terkenal melalui karya operanya. Musiknya masih sering dimainkan, yang paling terkenal adalah "Ride of the Valkyries" dari Die Walküre dan "Bridal Chorus" dari Lohengrin. Wagner juga merupakan seorang tokoh yang sangat kontroversial, karena inovasi musik dan inovasi dramanya dan juga karena dia adalah seorang pendukung pemikiran-pemikiran anti-semitisme. Dalam sejarah musik, dia digolongkan sebagai komponis dari Zaman Romantik.

5. Franz Schubert













Franz Schubert (31 Januari 1797-19 November 1828) adalah komponis berkebangsaan Austria.
Ketika ia berusia lima tahun, ayahnya sudah mengajarkannya berbagai hal tentang musik. Enam tahun kemudia ia masuk sekolah musik yang sangat terkenal di Wina. Sementara itu Franz sudah mulai menggubah karya musik. Lagunya yang pertama dihasilkan pada usia 17 tahun, berjudul Gretchen at the spinning whell. Untuk sementara ia menjadi guru sekolah, tetapi kemudian ia berhenti karena ia perlu banyak waktu untuk menulis karya musik. Untuk membiayai hidup sehar-hari ia memberikan les piano. Kadang-kadang ia menulis delapan lagu per hari. Bahkan ia tidur tanpa melepas kacamata nya supaya ia dapat langsung menulis jika ia terbangun di tengah malam dengan ide sebuah lagu. Sebelum berusia 20 tahun, ia telah menulis enam simponi. Secara keseluruhan ia telah menghasilkan sembilan simponi. Dua diantaranya sangat terkenal adalah Symphony No. 8 in B minor(simponi nomor 8 dalam nada B minor) yang dikenal dengan judul Unfinished Symphony dan Symphony No. 9 in C minor yang dikenal dengan judul Great Symphony karena begitu panjang. Karya-karya Schubert meliputi karya-karya musik dalam berbagai bentuk untuk orkes dengan ukuran yang berbeda-beda. Ia telah menulis 100 lagu. Diantaranya yang sampai sekarang diangap paling baik, yaitu Ave Maria, Who is Sylvia?, The Trout, dan Serenade. Franz Schubert meninggal pada usia 31 tahun, tetapi ia sudah menghasilkan hampir 1.000 karya musik.

6. Robert Schumann















Robert Schumann (Zwickau, 8 Juni 1810–Bonn, 29 Juli 1856) adalah seorang penggubah dan pianis Jerman. Dia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik Romantik Eropa yang terpenting, serta seorang kritikus musik yang terkenal dalam sejarah. Seorang cendekiawan serta bersifat estetikus, musiknya menggambarkan sifat romantisme yang sangat pribadi. Mawas diri dan sering bertingkah, karya-karya musik pertamanya merupakan percobaan untuk melepaskan diri dari tradisi bentuk dan struktur klasik yang dia pikir terlalu membatasi. 

7. Frédéric Chopin

















Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa, Polandia tanggal 1 Maret 1810. Ayahnya, Nicolas Chopin adalah orang dari Marainville, Prancis. Sedangkan ibunya, Tekla-Justyna Kryzanowka adalah orang Polandia. Untuk menghindari wajib tentara, pada tahun 1787 Nicolas Chopin meninggalkan Prancis dan menetap di Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtuanya pindah ke Polandia. Chopin memiki bakat alamiah dalam bermain piano, hal ini terlihat dalam improvisasi-imporivasinya untuk piano. Ia masih berumur tujuh tahun ketika salah satu dari polonaise-nya diterbitkan (Mc Neill, 1998) namun, sumber lain mengatakan bahwa karya pertama yang diterbitakan adalah sebuah Rondo (Op. 1) pada saat ia berumur limabelas. Pada umur delapan, dia tampil di publik memainkan piano konserto milik Gywortez. Chopin mendapat pendidikan musik pertamanya oleh pianis Bohemia Adalbert Żiwny. 

8. Franz Liszt
















Franz Liszt (October 22, 1811 – July 31, 1886) adalah seorang Hungarian composer, virtuoso pianist dan guru.
Liszt menjadi terkenal di seluruh Eropa selama abad ke-19 untuk keahlian sebagai seorang pemain. Dia dikatakan oleh orang-orang sezamannya telah menguasai teknis pianis dari usianya dan mungkin pianis terbesar sepanjang masa. Ia juga seorang komposer penting dan berpengaruh, seorang guru piano terkenal, seorang konduktor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan modern dari seni, dan dermawan untuk komposer dan pemain lain, terutama Richard Wagner, Hector Berlioz, Camille Saint-Saëns, Edvard Grieg dan Alexander Borodin.  

9. Johannes Brahms













Johannes Brahms (lahir di Hamburg, 7 Mei 1833 – meninggal di Wina, 3 April 1897 pada umur 63 tahun) adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman, salah satu musisi utama pada zaman Romantik. Brahms lahir di Hamburg, Jerman, namun kemudian banyak berkarya di Wina, Austria. Pada masa hidupnya, Brahms sangat populer dan berpengaruh dalam dunia musik.
Brahms membuat komposisi musik untuk piano, ansambel musik kamar, orkestra simfoni, dan untuk penyanyi serta paduan suara. Sebagai seorang pianis yang mahir, ia sering kali menampilkan sendiri karya-karyanya secara perdana; dia juga bekerja sama dengan penampil-penampil utama pada masanya, termasuk pianis Clara Schumann (istri komponis Robert Schumann). Banyak karyanya merupakan bagian dari repertoar standar konser klasik hingga saat ini. Salah satu karyanya yang paling terkenal ialah Wiegenlied, Op. 49 No. 4 ("Lagu Nina Bobo", dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Brahms' Lullaby). 

10. Giuseppe Verdi














Giuseppe Fortunino Francesco Verdi (Le Roncole, 10 Oktober 1813 – Milan, 27 Januari 1901) adalah komponis Italia, terutama opera. Ia adalah anggota paling berpengaruh di Sekolah Opera Italia pada abad ke-19.
Karya-karyanya sering dilakukan di gedung opera di seluruh dunia dan, melampaui batas-batas genre, beberapa tema-nya sudah lama berakar dalam budaya populer - seperti "La donna è mobile" dari Rigoletto, "Va, Pensiero" ( Koor dari Budak Ibrani) dari Nabucco, "Libiamo ne 'lieti calici" (The Drinking Song) dari La Traviata dan Triumphal March from Aida. Meskipun karyanya kadang-kadang dikritik karena menggunakan diatonic umumnya berwarna daripada musik idiom dan memiliki kecenderungan melodrama, Verdi's masterworks mendominasi repertoar standar satu abad setengah setelah dikarang.

Minggu, 22 November 2015

Empat Langkah Agar Musik Piano Musiccally

  • Mainkan melodinya dengan jelas
Melodi itu harus terpisah dari iringannya. Ini biasanya dapat dilakukan dengan cara memainkan melodinya dengan lebih keras. Perlu diingat bahwa kadang-kadang kita mungkin akan temukan bagian-bagian yang memang tidak ada melodinya pada saat tertentu. Ini adalah bagian yang dapat kita namakan filler, yaitu bagian yang berfungsi sebagai "pengisi".
  • Perhatikan dinamika
Carilah petunjuk-petunjuk dinamika dan tandailah petunjuk-petunjuk itu. Tandai dengan macam-macam warna agar mudah diingat, seperti tanda segitiga untuk menandai dinamika. Penggunaan tanda-tanda ini dimaksudkan untuk membedakan tanda yang lain, seperti lingkaran  untuk menandai melodi.

  • Carilah bagian akhir
Carilah bagian-bagian akhir dari kalimat-kalimat musik, tandailah bagian-bagian itu, dan lepaskanlah tangan kita disitu, seolah-olah memberikan "spasi" tambahan setelah tanda titik pada akhir sebuah kalimat.

  • Perhatikanlah "feminine ending"
Feminine ending adalah istilah untuk kalimat musik yang berakhir secara halus. Ini adalah bagian-bagian akhir dari kalimat-kalimat musik yang nada terakhirnya terletak pada ketukan yang tidak penting dalam sebuah birama. 

Kamis, 19 November 2015

Mengenal Saudara Biola

             Biola, mendengar nama alat musik yang satu ini mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi, atau bahkan selalu bersinggungan. Namun, tidak semua orang tahu bahwa biola memiliki beberapa keluarga, dimana biola terdiri dari empat instrumen; Violin, Viola, Cello, dan Bass. Suara yang diproduksi masing-masing instrumen keluarga biola dihasilkan dengan cara dipetik dengan jari atau menggesek busur rambut kuda ke senar. Setiap instrumen juga mempunyai perbedaan ukuran dan karakter suara yang ingin dihasilkan. Untuk itu, saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang beberapa perbedaan mendasar di antara masing-masing anggota keluarga biola.
Violin. Violin merupakan anggota keluarga biola yang ukurannya paling kecil dan mempunyai karakter suara sopran, yaitu memiliki pitch nada tertinggi. Violin juga instrument yang paling terkenal dikalangan masyarakat. Instrumen ini mempunyai 4 buah senar yaitu; G-D-A-E. Seorang pemain violin disebut Violinist dan dimainkan dengan cara diletakkan diletakkan diatas bahu dan dijepit oleh dagu.

Viola. Viola sangat mirip dengan violin, hanya agak sedikit besar karena ukurannya lebih panjang sekitar 4 inch dibanding violin. Viola mempunyai karakter suara yang lebih rendah yaitu alto. Viola mempunyai kesamaan seperti violin yang dimainkan diatas bahu, akan tetapi senar yang dimiliki viola sedikit berbeda yaitu C-G-D-A. Karakter suaranya dianggap sebagian orang mempunyai nada yang lembut dan manis. Seorang pemain viola disebut Violist.
Hasil gambar untuk gambar viola

Cello. Cello merupakan singkatan dari kata Violonecello yang berarti biola besar yang agak kecil. Karakter suaranya terbilang lebih rendah dibandingkan violin dan viola karena mempunyai karakter suara Tenor. Cello dimainkan sambil duduk dengan cara dijepit oleh lutut dan disandarkan ke dada pemain. Cello mempunyai 4 senar juga sama seperti viola, C-G-D-A akan tetapi lebih rendah satu oktaf dibandingkan viola. Seorang pemain cello disebut Cellist.
Hasil gambar untuk gambar cello

Double bass. Double bass terkadang disebut juga string bass, upright bass, bass fiddle, bass violin, contra bass, bass viol, stand-up bass atau bull fiddle. Double bass merupakan keluarga biola yang berukuran terbesar dalam suatu orchestra dan mempunyai nada terendah dibandingkan anggota keluarga biola lainnya. Ukuran Double bass bisa mencapai tinggi manusia dewasa. Double bass bisa dimainkan sambil berdiri maupun duduk di bangku. Mempunyai tuning senar yang sama seperti bass pada umumnya yaitu E-A-D-G. Pemain Double bass disebut juga Bassist
Hasil gambar untuk gambar double bass


Dikutip dari berbagai sumber

Selasa, 17 November 2015

Mengenalkan Musik Pada Anak Sejak Dini



            Memperkenalkan piano terhadap anak tidak saja menyenangkan. Selain mampu melatih kemampuan dan bakat sang anak, memperkenalkan piano sejak dini juga membawa banyak manfaat yang lebih besar untuk si kecil. Peneliti menunjukan bahwa anak yang telah belajar dan bermain piano sebelum usia 7 tahun cenderung memiliki otak yang lebih cerdas. Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa dengan bermain alat musik mampu memperkuat sel otak. Terutama untuk mereka yang sudah akrab dengan alat musik serta bermain music sejak usianya masih kecil. Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, para peneliti mengungkapkan bahwa bermain musik tak hanya membuat anak menikmatinya, namun juga mengubah otak mereka menjadi lebih berpotensi.
              Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pengamatan pada otak dari sekitar 48 pria dan wanita yang berusia 19 hingga 21 tahun. Semua responden diketahui pernah belajar bermain music, namun beberapa responden diketahui sudah belajar mengenal musik ketika usia mereka tiga tahun. Dari situ para peneliti menemukan bahwa bagian otak yang berkaitan kemampuan membuat konsep, bahasa dan manajemen waktu terlihat lebih kuat pada para responden yang memulai mengenal music sejak kecil. Selain itu, bagian yang berkaitan dengan kepribadian dan penerimaan suara juga mengalami kenaikan yang lebih besar.
              Tak hanya itu, para ilmuan dari Beijing mengungkapkan bahwa beberapa bagian otak yang berhubungan dengan musik mengalami perkembangan yang begitu pesat ketika masih kanak-kanak. Penelitian ini juga membantah bahwasanya pelajaran musik untuk anak-anak itu sia-sia, karena anak baru akan merasakan manfaatnya saat ia beranjak dewasa. Sedangkan para peneliti dari Amerika Serikat menjelaskan bahwa orang dewasa yang pernah belajar musik saat masih kanak-kanak, cenderung memiliki sel otak yang lebih cepat merespon dan peka terhadap suara yang didengar. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka lebih mudah menangkap suara dan berkomunikasi dengan focus, bahkan ketika dalam suasana yang tidak kondusif seperti bising.
               Hal tersebut tidak hanya berlaku pada alat musik piano, melainkan juga alat musik lainnya. Mengajarkan music sejak dini pada anak juga diketahui mampu meningkatkan IQ anak dan membantu mereka lebih peka terhadap emosi orang lain, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki sifat tenggang rasa terhadap sesamanya. Untuk itu, tidak ada salahnya mulai mengenalkan music terhadap si kecil. Musik bukan hanya mampu melatih bakat dan kemampuannya saja, namun juga memberikan banyak manfaat untuk mereka. Terutama saat mereka besar nanti, dengan music IQ anak bisa lebih meningkat dan mereka juga akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih sensitive serta peka terhadap perasaan orang lain.


Dikutip dari berbagai sumber

Kamis, 12 November 2015

Kegiatan Murid di Kelas Piano Klasik Virtuoso Course



Betapa semangatnya, Kakak Auryn latihan untuk persiapan konser, padahal masih Desember loh

Ini Loh, Manfaat dari Musik Klasik..

           Manfaat musik klasik sampai saat ini memang terus berkembang. Berbagai hasil penelitian juga terus bermunculan. Misalnya, seperti hasil penelitian yang diungkapkan oleh University of Maryland School of Medicine yang disampaikan pada acara Scientific Sessions di the American Heart Association pada 11 November 2008 lalu. Dalam kajian berjudul Positive Emotions and the Endothelium: Does Joyful Music Improve Vascular Health itu, peneliti yang diwakili Michael Miller, MD, menyebut bahwa mendengarkan musik favorit selama 30 menit dapat membantu melepas hormon endorphin untuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi stres. Berbagai jenis musik disebutkan punya pengaruh dalam penelitian ini, termasuk salah satunya adalah musik klasik. Endorphin sendiri dikenal sebagai substansi yang menyebabkan seseorang merasa senang, bahagia, dan giat beraktivitas. (umm.edu, 11 November 2008)
            Jika mengulik hasil penelitian tersebut, tak salah jika Widyanarto menjadikan musik klasik sebagai salah satu cara menghilangkan stres saat bekerja. Selain itu sebenarnya musik klasik juga banyak bermanfaat bagi perkembangan otak dan menunjang kecerdasan. Berikut beberapa manfaat yang terungkap dari sejumlah penelitian:
  • Musik klasik meningkatkan kemudahan penyerapan terhadap materi pelajaran
Sebuah penelitian berjudul Music During Lectures: Will Students Learn Better yang diadakan oleh Université de Caen Basse-Normandie, Prancis bekerja sama dengan German Sport University Köln Jerman, pada tahun 2011 menemukan fakta menarik tentang pengaruh musik klasik terhadap tingkat kecerdasan. Disebutkan bahwa murid-murid yang belajar dengan sekaligus diperdengarkan musik klasik sebagai pengiringnya, ternyata berhasil menyelesaikan beberapa soal yang diajukan lebih cepat daripada siswa yang tidak diperdengarkan musik klasik sama sekali. (academia.edu, 21 Oktober 2011)
  • Musik klasik bisa memperlambat dampak terjadinya dementia (kepikunan)
Sebuah penelitian yang dilakukan dilakukan oleh Doctor Irma Jarvela dari University of Helsinki Finlandia berjudul The effect of listening to music on human transcriptome, menemukan keterkaitan antara mendengarkan musik klasik dengan perlambatan terjadinya dementia (kepikunan) yang terkait dengan kerja otak. Disebutkan bahwa mendengarkan musik klasik gubahan Mozart dalam salah satu komposisinya (No 3) selama 20 menit, mampu meningkatkan aktivitas gen di otak yang terkait dengan ingatan dan pembelajaran. Meski demikian, disebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan fakta tersebut (peerj.com, 12 Maret 2015)
  • Musik klasik bisa meningkatkan kecerdasan spasial
Salah satu bentuk kecerdasan manusia adalah kecerdasan spasial. Ini merupakan bentuk kecerdasan seseorang dalam menangkap dan memvisualisasikan ruang dalam memorinya. Kecerdasan ini penting dimiliki oleh orang yang bergelut di bidang seni, arsitek, desainer, hingga berbagai profesi terkait gambar dan ruang. Dalam sebuah penelitian yang kemudian dikenal sebagai Mozart Effect, disebutkan kaitan antara mendengarkan musik klasik khususnya Mozart Sonata No K448 (salah satu komposisi Mozart), selama 10 menit, IQ seseorang bisa meningkat poinnya antara delapan hingga sembilan poin. Meski begitu, Rauscher FH yang melakukan penelitian berjudul Musik and Spatial Task Performance pada tahun 1993 yang dimuat pada jurnal online Pubmed itu mengatakan, bahwa masih diperlukan kajian lebih lanjut tentang penemuan tersebut. (ncbi.nlm.nih.gov, 11 April 2001)
Musik klasik memang bermanfaat. Namun, terkait dengan penelitian musik klasik yang masih akan terus dilakukan, harus disadari bahwa meningkatkan kecerdasan seseorang memerlukan berbagai faktor. Untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kecerdasan otak yang lebih tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli saraf.
                Jadi, tunggu apalagi? bukankah pepatah mengatakan, belajar tidak mengenal usia, untuk itu tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dan belajar musik klasik merupakan salah satu pilihan yang tepat. Jika mengingat manfaat dan berbagai pengaruh positif yang akan diterima, rasanya tak ada lagi alasan untuk tidak belajar bukan?


Dikutip dari berbagai sumber

Jumat, 06 November 2015

Mengenal Jenis - jenis Vokal dalam suara


           Pembagian jenis suara/jenis vokal penting untuk diketahui. Pembagian jenis suara untuk wanita adalah suara sopran untuk suara tinggi, suara mezzo-sopran untuk suara sedang, dan suara alto untuk jenis suara renda. Sementara itu, pembagian jenis suara pria adalah suara tenor untuk jenis suara tinggi, suara bariton untuk jenis suara sedang, dan suara bass untuk jenis suara rendah. Perpaduan jenis-jenis suara tersebut dapat menghasilkan suara yang indah.
  • Sopran

Sopran adalah jenis suara wanita berambitus tinggi yakni di antara nada C1 sampai C3. Dengan melakukan latihan rutin, tingkat ambitus tersebut dapat ditingkatkan. Dalam pementasan, umumnya jenis suara sopran lebih banyak divariasikan tergantung lagu dan jenis pementasan yang akan ditampilkan.
Soprano dramatik digunakan ketika suara yang dihasilkan sangat ekspresif dan bertenaga. Sementara itu, soprano lirik digunakan ketika suara ringan dan manis harus dihasilkan. Suara dengan ambitus cukup tinggi yang dinyanyikan dengan tangkas dapat menghasilkan soprano pewarna.
  • Alto

Dalam paduan suara, alto dikenal juga dengan istilah contralto. Jenis suara ini memiliki tingkat ambitus wanita paling rendah yakni nada f sampai d2. Dalam paduan suara, penyanyi bersuara alto umumnya ditempatkan pada suara kedua yakni suara kedua tertinggi dalam kelompok. Suara alto perempuan ini hampir sama dengan suara laki-laki dengan ambitus tertentu yang dikenal dengan istilah counter tenor.
Ciri suara alto lainnya adalah jenis suara ini harus dinyanyikan rendah, berat, dan dalam. Sementara itu, sebagian ahli yang lain berpendapat, suara alto harus dinyanyikan dengan berwibawa. Oleh karena itu, pada umumnya penyanyi yang memiliki jenis suara alto umumnya memerankan lakon ratu dalam pementasan opera. Dengan karakteristik suara yang dimiliki, peran ratu tersebut terkesan berwibawa.
  • Tenor

Sama halnya seperti suara sopran, suara tenor merupakan jenis suara dengan ambitus tertinggi di kelasnya yakni suara pria. Umumnya, suara tenor terletak satu oktaf lebih rendah dibandingkan suara sopran. Namun demikian, kunci G digunakan pada kedua jenis suara tersebut. Rentang ambitus yang mampu dicapai oleh penyanyi tenor adalah B Besar sampai g1. Suara tenor memiliki karakteristik bertenaga dan jantan.
  • Bass

Kebalikan dari jenis suara tenor adalah bass. Bass memiliki ambitus terendah pada suara pria. Umumnya rentang ambitus suara bass adalah E besar dan c1. Jenis-jenis suara bass adalah bass profondo, bass cantante, bass buffo, dan bass baritone.
Bass profondo adalah bass paling dalam dengan ambitus paling rendah namun bertenaga. Bass cantante adalah bass dengan karakterisik ringan dan manis dan memiliki level sedang. Bass buffo adalah bass dengan karakteristik tangkas cocok untuk opera komik. Bass baritone adalah suara kuat dan batas atas dari ambitus bass.



dikutip dari berbagai sumber

Minggu, 01 November 2015

Mengenal Jenis Alat Musik Saxophone

         Di era yang semakin modern seperti saat ini, alat musik saxophone sudah tidak asing lagi, terutama bagi penikmat musik jazz, walaupun pada awalnya alat musik ini banyak digunakan pada acara kemiliteran. Saxophone ditemukan sekitar 1840 oleh seniman Belgia, Adolphe Sax, seorang berkebangsaan Belgia. Instrumen ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 1844 di Paris, tempat Sax membangun sanggar.          Saxophone dikembangkan di tahun 1840-an oleh Sax ketika masih bekerja di toko alat ayahnya di Brussels. Sax mulai mengembangkan sebuah alat yang memiliki proyeksi instrumen kuningan yang lebih lincah dari sebuah alat musik tiup kayu. Keren ya! Setelah tercipta dalam beberapa ukuran awal tahun 1840-an, Sax menerima sebuah hak paten untuk saxophone ciptaanya.
           Sejarah  perkembangan teknis dari saxophone  ini dapat dibagi menjadi dua fase yaitu pada saat hak paten Sax masih berlaku dan sesudahnya. Pada fase pertama, perubahan dan perkembangannya berjalan lambat, dan mekanisme saxophone lebih sederhana, lebih mirip kepada clarinet. Namun setelah hak paten habis pada tahun 1866, muncul banyak pembuat Saxophone yang akhirnya mengakibatkan perkembangannya yang lebih cepat secara teknis. Walau begitu, dalam 150 tahun perkembangannya, fondasi dasar Saxophone tidak banyak berubah dari desain awalnya.
           Pada awalnya saxophone banyak digunakan dalam band militer. Hingga memasuki 1900-an, saxophone secara perlahan mulai banyak digunakan, salah satunya dalam pertunjukkan Vaudeville dan dance band mengantikan violin. Lalu para musisi Jazz mulai memperhatikan saxophone, seperti Sidney Bechet, Coleman Hawkins, Lester Young, dan Charlie Parker. Para musisi itu bereksperimen dengan berbagai tone  dan suara dari saxophone hingga teknik bermainnya berkembang seperti saat ini dan menjadikan saxophone menjadi alat musik yang sangat populer.

salah satu gambar saxophone.
Dikutip dari berbagai sumber